This is default featured slide 1 title

Selamat datang di blog saya, jika kalian suka ngeblogger berbagilah ilmu www.cahilangall012.blogspot.com.

This is default featured slide 2 title

Selamat datang di blog saya, jika kalian suka ngeblogger berbagilah ilmu www.cahilangall012.blogspot.com.

This is default featured slide 3 title

Selamat datang di blog saya, jika kalian suka ngeblogger berbagilah ilmu www.cahilangall012.blogspot.com.

This is default featured slide 4 title

Selamat datang di blog saya, jika kalian suka ngeblogger berbagilah ilmu www.cahilangall012.blogspot.com.

This is default featured slide 5 title

Selamat datang di blog saya, jika kalian suka ngeblogger berbagilah ilmu www.cahilangall012.blogspot.com.

Showing posts with label MTB. Show all posts
Showing posts with label MTB. Show all posts

Sunday, September 23, 2018

Traffic Light Simulator Created with Visual Basic 2012


PEMOGRAMAN TRAFFIC LIGTH DENGAN VISUAL BASIC 2012

1. Desain Tampilan Awal

2. Program VB 2012


using System;
using System.Collections.Generic;
using System.ComponentModel;
using System.Data;
using System.Drawing;
using System.Linq;
using System.Text;
using System.Threading.Tasks;
using System.Windows.Forms;

namespace CobaVisual01
{
    public partial class Form1 : Form
    {
        int A, B, C, start , start1, start2, pertama ,z=180 ,x=100 , coba ;

        public Form1()
        {
            InitializeComponent();
        }
        private void trackBar1_Scroll(object sender, EventArgs e)
        {
            A = trackBar1.Value;
            box1.Text = Convert.ToString(A);
        }
        private void button1_Click(object sender, EventArgs e)
        {
            start = 180 - 180 * (100 - A) / 100;
            start1 = 180 - 180 * (100 - B) / 100;
            start2 = 180 - 180 * (100 - C) / 100;
            box2.Text = Convert.ToString(start);
            timer1.Start ();
        }
        private void timer1_Tick(object sender, EventArgs e)
        {
            start = start - 1;
            box2.Text = Convert.ToString (start);

            if (start == 5)
            {
                oval2.Visible = true;
                oval3.Visible = false;
            }
            if (start == 0)
            {
                oval1.Visible = true;
                oval2.Visible = false;
                timer1.Stop ();
                timer3.Start();
            }}
    //###############################################################################//

        private void trackBar2_Scroll(object sender, EventArgs e)
        {
            B = trackBar2.Value;
            box3.Text = Convert.ToString(B);
         }
        private void timer2_Tick(object sender, EventArgs e)
        {
            start1 = 180 - 180 * (100 - B) / 100;
            box4.Text = Convert.ToString(start1);
            timer3.Start(); 
        }
        private void timer3_Tick(object sender, EventArgs e)
        {
             start1 = start1-1;
             box4.Text = Convert.ToString(start1);
             oval6.Visible = true;
             oval4.Visible = false;
             if (start1 <= 5)
             {
                 oval6.Visible = false;
                 oval5 .Visible = true;
             }
             if (start1 == 0)
             {
                 oval6.Visible = false;
                 oval4 .Visible = true;
                 oval5 .Visible = false;
                 timer3 .Stop();
                 timer5 .Start();
             } }

//###############################################################################//
        private void trackBar3_Scroll(object sender, EventArgs e)
        {
            C = trackBar3.Value;
            box5.Text = Convert.ToString(C);

        }
        private void timer4_Tick(object sender, EventArgs e)
        {
            start2 = 180 - 180 * (100 - C) / 100;
            box6.Text = Convert.ToString(start2);
            timer5.Start();
        }
        private void timer5_Tick(object sender, EventArgs e)
        {
            start2 = start2 - 1;
            box6.Text = Convert.ToString(start2);
            oval9.Visible = true;
            oval7.Visible = false;

            if (start2 <= 5)
            {
                oval9.Visible = false;
                oval8.Visible = true;
            }
            if (start2 == 0)
            {
                oval7.Visible = true;
                oval8.Visible = false;
                oval9.Visible = false;
                timer5.Stop();

                start = 180 - 180 * (100 - A) / 100;
                start1 = 180 - 180 * (100 - B) / 100;
                start2 = 180 - 180 * (100 - C) / 100;
                box2.Text = Convert.ToString(start);

                oval3.Visible = true;
                oval1.Visible = false;

                timer1.Start();

              
            }
        }
    }
}



Tuesday, May 23, 2017

Macam-macam gaya (style) bersepeda #bikersMania #Bikers #SepedaGunung

Produsen sepeda mengkategorikan sepeda gunung buatan mereka berdasarkan style atau gaya bersepeda dengan tujuan lebih memudahkan pesepeda dalam memilih tipe sepeda yang cocok buat mereka.



Cross-Country (XC)


Sepeda jenis Cross Country alias XC ini adalah tipe yang paling umum untuk sepeda gunung karena relatif serbaguna dan bobotnya cukup ringan. Sepeda ini umumnya dipakai untuk trek rata beraspal sampai ke trek tanah yang kasar. Sepeda XC didesain agar efisien dan mudah dikayuh sehingga dapat melaju dengan cukup cepat untuk menjangkau jarak yang lebih jauh.

Sepeda jenis ini umumnya dilengkapi dengan suspensi depan walau ada beberapa yang tidak dilengkapi suspensi sama sekali. Sepeda ini cocok untuk pesepeda pemula yang tertarik untuk mencoba bersepeda menggunakan sepeda gunung (MTB).


Trail

Sepeda jenis Trail adalah pengembangan dari jenis Cross Country. Sepeda Trail masih dapat menjangkau jarak yang jauh tetapi lebih nyaman dikontrol ketika dipakai melintasi jalanan kasar dengan variasi tanjakan dan turunan. Dibandingkan dengan jenis Cross Country, sepeda Trail biasanya sedikit lebih berat dan lebih kuat, sehingga lebih dapat diandalkan untuk melintasi jalanan yang berbatu.


Enduro / All Mountain (AM)

Untuk melewati jalanan yang lebih berat penuh dengan gundukan tanah yang lebih besar, melaju menaiki dan menuruni bukit dengan kecepatan yang tinggi sambil melompat turun (drop) atau melompat keatas (jump) pesepeda dapat menggunakan sepeda jenis All Mountain (AM) atau Enduro. Sepeda AM sedikit lebih berat dibandingkan dengan sepeda jenis Trail, namun dibuat agar lebih kuat menahan benturan yang lebih besar dari trek yang lebih menantang.

Untuk membantu meningkatkan stabilitas, sepeda AM dibuat lebih panjang dibandingkan dengan sepeda XC atau trail serta menggunakan stang yang lebih panjang dan stem yang lebih pendek untuk kemudi yang lebih reaktif.



Downhill (DH)

Sesuai dengan namanya, sepeda jenis Downhill (DH) dibuat khusus untuk menuruni lereng bukit atau gunung dengan kecepatan tinggi. Karena prioritas utamanya adalah kekuatan dan daya tahan, sepeda jenis DH ini biasanya lebih berat dibandingkan sepeda jenis lainnya. Untuk membawanya menaiki bukit atau gunung, sepeda ini tidak dikayuh melainkan didorong atau diangkut dengan mobil.


Free Ride (FR)

Sepeda jenis Free Ride (FR) mirip dengan sepeda jenis Downhill namun lebih ringan dan lebih mudah untuk dipakai bermanuver. Sepeda ini dibuat untuk melakukan lompatan tinggi (drop off) dan teknik-teknik ekstrim lainnya


Dirt Jump (DJ)

Sepeda jenis Dirt Jump boleh dikatakan semacam sepeda BMX yang dibuat lebih besar. Sepeda DJ dirancang untuk banyak melakukan atraksi akrobatik dan lompatan ekstrim diudara. Sepeda DJ tidak cocok digunakan untuk perjalanan jauh.